Dikondisikan

Terkadang, manusia itu bisa melakukan hal – hal yang gak disangka sebelumnya.

Setuju gak?

Contoh nyata, gue berhasil menyelesaikan 2 bab proposal dalam waktu dua hari. Itu pun dikerjain karena 2 hari berikutnya udah deadline proposal. Sampe sekarang, gue juga masih takjub, kok bisa ya? Kasus lain, gue itu belom lancar bawa motor kopling, terus nekat minjem motor kopling punya temen gue, emang sih masih agak ajrut-ajrutan awalnya tapi abis itu yaudah, lancar, semacem bawa motor bebek lagi.

Kalau dari dua kasus diatas, gue rasa gue bisa karena kondisi mengharuskan gue untuk bisa! Istilahnya itu dikondisikan. Kita sengaja memposisikan diri kita di sebuah situasi yang membuat kita harus bisa melakukan sesuatu. Memang, hasilnya belum tentu bagus, karena pengkondisian itu, terkadang memang diluar batas kemampuan kita, tapi bukan berarti kita jadi gak mencobanya toh.

Metode kayak begitu, yang biasa sering gue pake. Gue mengkondisikan diri gue disebuah situasi dimana gue harus bisa survive. Jadi pilihannya either you go or you die! Nekat ya? Emang. Karena gue sadar, hidup gue terlalu nyaman. Kalau ga dapet yang kayak begitu, gue ga bisa maju, terlalu asik hanyut didalam comfort zone, jadi gue menciptakan sendiri kondisi – kondisi dimana gue harus berusaha untuk bisa survive.

Dalam meletakan posisi dalam suatu kondisi, kita juga ga bisa sembarangan sih. Kita harus tau dulu, sampai mana batas kemampuan kita. Karena itu tadi, metode ini antara you go or you die, so you should know your limit. Jangan memaksakan suatu kondisi kalau memang belum merasa mampu. Mampu disini bukan hanya dimasalah kemampuan ya, masalah mental juga harus diperhatikan. Karena, walau mampu secara fisik, tapi mentalnya belom kuat, ya sami mawon. Bisa berantakan. Walau kadang mental juga terbentuk dari pengalaman, ada baiknya untuk yakin dulu sama diri sendiri, baru terjun ke hal yang baru.

Pengkondisian ini, sebenernya mirip sama the power of kepepet, bedanya itu kalau the power of kepepet itu deadline yang menentukan itu dari pihak luar, sedangkan pengkondisian ini, bisa kita set sendiri deadlinenya. Bisa dengan janji dengan diri sendiri, atau dibantu dengan teman, yang misalnya kalau dalam jangka waktu berapa lama, skripsi gak selesai, mesti traktir makan.*sekalian curhat* Tapi ya itu, karena ada kondisi itu, gue bisa memunculkan motivasi tambahan untuk mengerjakan skripsi.

Bedanya lagi dengan power of kepepet, karena kita sendiri yang mengatur deadlinenya, itu berarti sudah muncul kesadaran diri untuk bisa berubah, PRnya adalah, semoga kemudiannya bisa berubah tanpa harus dihantui rasa takut akan deadline yang ada, dan kemudian  motivasi itu muncul sendiri di setiap kegiatan kita, dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Kebiasaan yang dikondisikan…

Dari cara ini gue bisa ngebut ngerjain skripsi sih, dan saat ini sudah hampir mendaftarkan diri buat sidang.

 

Doakan gue untuk bisa daftar minggu depan paling lambat!

Advertisements

One thought on “Dikondisikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s