Semangat-Tekad-Cinta Kasih-Kebijaksanaan

*disclaimer: tulisan ini bukan tulisan mendalam yang menjelaskan mengenai empat bodhisattva besar dalam Buddhist Mahayana, melainkan pemikiran absurd saya mengenai empat sifat yang digambarkan pada 4 sosok Bodhisattva besar ini.*

Dalam agama Buddha Mahayana, dikenal empat sosok Bodhisattva besar yang melambangkan empat sifat yang luar biasa. Mereka adalah Avalokitesvara Bodhisattva, Ksitigarbha Bodhisattva, Manjushri Bodhisatva dan Samantabhadra Bodhisattva. Yang mana masing – masing melambangkan maitri/cinta kasih, aditana/tekad, Prajna/Kebijaksanaan, Virya/semangat.

Sifat mereka adalah sebuah contoh nyata bagi kita semua untuk bisa hidup dengan belajar mengembangkan sifat – sifat seperti itu, dan keempat sifat itu saling berkaitan. Misalnya saja, orang yang penuh dengan rasa cinta kasih namun tidak memiliki kebijaksanaan, maka akan memberikan cinta kasihnya itu dengan cara yang salah. Begitu pula sebaliknya. Sebijaksana apapun seseorang, apabila tidak memiliki cinta kasih, maka akan kebijaksanaan itu akan menjadi kurang bermanfaat.

Maitri, atau cinta kasih, pada masa sekarang ini, sifat ini tampak sudah berkurang. Banyak orang yang sudah menjadi lebih kasar, mungkin karena terpengaruh oleh lingkungan sekitar, ataupun hal lainnya. Padahal dengan memiliki cinta kasih, kita bisa menyebarkan banyak kebahagiaan. Bahkan tidak jarang penyakit yang datang di tubuh kita dapat hilang dengan merasakan cinta kasih yang dipancarkan melalui kepedulian dari orang – orang sekitar.

Aditana, atau tekad, sifat ini sangat penting karena hal ini yang akan membuat seseorang akan terus berusaha dengan gigih dan pantang menyerah untuk mencapai apa yang menjadi targetnya. Banyak kasus yang terjadi, karena seseorang bertekad dengan sepenuh hati, maka mereka dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan walaupun terlihat mustahil.

Prajna, atau kebijaksanaan, kebijaksanaan ini penting bagi kita, karena dengan memiliki sifat ini kita bisa bertindak dengan lebih baik. Dengan menggunakan pemikiran yang lebih baik, dan dapat memberikan yang lebih baik bagi semuanya. Karena dengan tidak adanya kebijaksanaan, semua orang bisa saja melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan.

Virya, atau semangat, dengan memiliki semangat, kita akan memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu. Kita tidak akan mudah menyerah atau bertindak seadanya. Dengan memiliki semangat kita akan berjuang dengan sepenuh hati agar bisa mencapai apa yang sudah kita impikan.

Keempat sifat ini saling terkait, tidak ada sifat yang lebih baik dari yang lainnya, saya juga yakin keempat sifat ini ada didalam diri setiap individu. Akan tetapi dengan komposisi yang berbeda, ada yang memiliki cinta kasih dan kebijkasanaan, namun kurang bersemangat, ada yang sangat bersemangat namun tidak memiliki kebijaksanaan. Karena hal inilah kita sebagai manusia harus bisa menyeimbangkan keempat sifat tersebut untuk bisa menjadi lebih baik.

Keempat sifat tersebut tidak harus 100% dimiliki, namun paling tidak kita sebagai individu sudah bisa, dan mau memiliki kesadaran untuk bertekad penuh semangat, dengan cinta kasih dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan. Kita harus mencoba menyeimbangkan keempat sifat tersebut, agar kita tidak terlalu condong kepada satu sifat saja.

Dengan memiliki empat sifat ini, diharapkan kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik, baik untuk diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s