Managing Anger

Gue ini orangnya berusaha untuk tidak terlalu gampang marah. Sebelum gue mengeluarkan emosi, gue akan mencoba untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Karena, memang setiap orang pasti memiliki cara berpikirnya masing-masing. Namun, sisi jelek dari gue adalah, sekali marah, gue akan terus memendamnya. Gue mungkin bisa untuk mencoba bersikap seperti biasa, tapi gue akan tetap memikirkan masalah yang sebenarnya udah lewat itu.

Ya, gue tau ini bukanlah sikap yang baik, karena dengan hal seperti ini maka sumber masalah akan ada di gue. mungkin saja orang yang bikin gue marah sudah bersikap biasa, akan tetapi gue malah membatasi diri gue untuk tidak terlalu banyak berhubungan dengan orang itu. Dan, kalau dilihat itu merupakan kesalahan yang cukup besar, karena memutuskan satu relasi, bisa memutuskan berbagai relasi dengan orang lain. Padahal, di masa sekarang ini, networking merupakan salah satu faktor yang bisa membantu orang menjadi sukses.

Maka dari itu, guepun sedang mencoba untuk berubah. Mencoba merubah pola pikir, agar tidak terlalu memusingkan masalah. Karena, seperti yang dikatakan dosen gue, kita ga bisa merubah orang lain, yang bisa diubah itu diri kita sendiri. Sedangkan kalau kita memendam amarah karena sikap orang lain, ya sama aja bohong. Kita ga akan bisa merubah sikap orang lain. Dan kalau begitu, maka kerugian ada dikita, orang lain sih ga rugi dengan pemikiran kita.

Ditambah lagi, tadi setelah sesi bincang-bincang sambil makan sama temen gue setelah acara capgo di vihara, dia cerita pernah denger kalimat begini “di pintu Dharmasala kenapa ada dua naga? Itu fungsinya selain sebagai penjaga pintu, itu juga menjadi tempat kita menitipkan beban pikiran, amarah yang ada dipikiran kita, sehingga kita bisa masuk Dharmasala dengan hati yang enteng dan khidmat saat mengikuti kebaktian, setelah selesai kebaktian, amarah itu mau diambil lagi atau dilepaskan, kembali ke pribadi masing-masing.”

Kalau dipikir lagi, bener juga sih. Percuma rajin ikut kebaktian, tapi masih suka memiliki pikiran – pikiran yang ga beres. Bukankah dengan ikut kebaktian dan mendengar ajaran tentang cinta kasih itu kita seharusnya bisa berpikir lebih jernih, dan lebih bisa mengontrol emosi kita.

Jadi apa yang bisa gue bilang sih ya, yuk, kita coba sebelum keburu emosi, pikirin lagi emang masalah ini sepenting apa sih sampe gue mesti emosi. Mendingan coba tetep tenang dan berpikir dengan baik, untuk bagaimana menyelesaikan masalah.

20120207-011302.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s