Quick Getaway

Tinggal di Jakarta itu susah.

Tinggal di Jakarta itu mesti banyak stok sabarnya.

Tinggal di Jakarta itu selalu aja ada yang baru yang bisa ditemuin.

Tinggal di Jakarta itu serba cepat, ga bisa leha-leha. Bisa ga dapet busway nanti.

Tinggal di Jakarta itu bikin stress, apalagi kalo ditambah sama segala macem aktifitas yang kaya ga ada abisnya. Kerjaan yang ga selesai-selesai, tugas kuliah yang ga manusiawi, jalanan yang jarang sekali lancar, pikiran yang jarang bisa diberikan sedikit waktu untuk sekedar bermimpi disiang bolong, karena tampaknya ada aja sesuatu yang tiba-tiba muncul untuk dipikirkan.

Namun ya namanya manusia, pasti butuh yang namanya istirahat, sekedar momen santai untuk kembali menjernihkan pikiran.mengembalikan segala kewarasan yang terenggut oleh gilanya kota Jakarta.

Dan setiap orang pasti memiliki quick getaway masing-masing, entah itu sesimpel dengerin musik didalem kamar yang dingin dan gelap, nonton DVD semalem suntuk, duduk baca buku sambil ditemani secangkir teh atau kopi. Atau anda termasuk orang yang suka bersosialisasi sehingga lebih memilih untuk berpesta pora sampe pagi bersama rekan-rekan yang lain, atau duduk bersama teman sambil mengeluarkan uneg-uneg yang sudah tersimpan dikepala dalam jangka waktu tertentu.

Ga ada pilihan yang salah kalo menurut saya, karena setiap orang memiliki preferensi masing-masing. Kalo untuk saya pribadi, saya lebih memilih untuk duduk manis dikamar, sambil dengerin lagu sambil baca buku, atau sekedar pergi ke toko buku diitemani si iPod yang selalu setia menemani dan melihat-lihat buku, dan kemudian dilanjutkan dengan duduk manis di food court atau coffee shop*tergantung keadaan dompet ketika itu* sendirian. Atau kalo benar-benar sudah penat, saya memilih untuk duduk sambil berbincang dengan teman – teman sekedar ngumpul, ngobrol, ketawa sampe puas, sehingga bisa memberikan sedikit waktu bagi otak ini untuk rileks sejenak, sebelum diperas lagi untuk kembali berpikir ditengah cepatnya kehidupan ibukota.

tapi disaat kondisi benar-benar tidak memungkinkan untuk melakukan hal-hal yang saya sebutkan diatas, yang saya lakukan biasanya rileks, dan kemudian menarik nafas yang dalam. Karena mungkin terkadang yang kita butuhkan bukanlah pergi liburan keluar kota, atau belanja sepuasnya, atau makan sampe perut mau meledak*yang terakhir ini mungkin cuma saya aja deh*. Tapi hanya sekedar lima menit untuk diam, dan bernafas. Karena semua manusia itu butuh yang namanya istirahat, dan dengan bernafas, itu cukup membantu untuk sedikit merasa rileks dan kembali menjalani hari sampai tiba waktunya kita bisa benar-benar berlibur dan beristirahat dengan maksimal.

 

Andy William

Jakarta, 6 April 2011

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s